<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:taxo="http://purl.org/rss/1.0/modules/taxonomy/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:syn="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/">
  <channel rdf:about="http://blog.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare">
    <title>gmane.culture.media.mediacare</title>
    <link>http://blog.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare</link>
    <description/>
    <syn:updatePeriod>hourly</syn:updatePeriod>
    <syn:updateFrequency>1</syn:updateFrequency>
    <syn:updateBase>1901-01-01T00:00+00:00</syn:updateBase>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85561"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85558"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85557"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85549"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85546"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85545"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85540"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85533"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85532"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85531"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85528"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85526"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85524"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85523"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85522"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85521"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85515"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85514"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85512"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85511"/>
      </rdf:Seq>
    </items>
    <image rdf:resource="http://gmane.org/img/gmane-25t.png"/>
    <textinput rdf:resource=""/>
  </channel>
  <image rdf:about="http://gmane.org/img/gmane-25t.png">
    <title>Gmane</title>
    <url>http://gmane.org/img/gmane-25t.png</url>
    <link>http://gmane.org</link>
  </image>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85561">
    <title>"Nasihat untuk SBY", "Kick Andy" pun Mau Dicekal</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85561</link>
    <description>&lt;pre&gt;

http://politik.kompasiana.com/2012/05/26/nasihat-untuk-sby-kick-andy-pun-mau-dicekal/



Belum apa-apa, sebenarnya, hubungan antara Presiden SBY dengan Adnan Buyung 
Nasution itu sudah kurang bagus. Karena karakter keduanya tidak cocok. 
Kalau di kepercayaan tradisional Tiongkok tentang shio, mungkin bisa dikatakan shio kedua orang ini ciong (tidak cocok, menimbulkan kesialan). Adnan mempunyai karakter yang keras, 
tegas, blak-blakan, dan tanpa kompromi. Sedangkan SBY terkenal dengan 
kelambah-lembutannya, peragu, tidak percaya diri, melankolis, 
mementingkan pencitraan, kompromis, dan mudah tersinggung. Tetapi tetap 
dipaksakan agar keduanya bekerja sama, ketika Adnan diminta untuk 
menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode pertama (2007-2009). Maka, tak heran terjadilah ketidakcocokan di antara mereka selama dalam periode tersebut. Yang kemudian terungkap luas ketika 
Adnan Buyung Nasution menerbitkan bukunya dengan judul Nasihat untuk SBY (Penerbit Buku Kompas, 2012). Terbitnya bu&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Daniel Thie</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T11:31:24</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85558">
    <title>"Nasihat untuk SBY" yang Membuat SBY Marah</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85558</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://media.kompasiana.com/buku/2012/05/26/nasihat-untuk-sby-yang-membuat-sby-marah/



Waktu pertamakali melihat buku Nasihat untuk SBY oleh mantan anggota Dewan Penasihat Presiden (Wantimpres) periode pertama (2007-2009), Adnan Buyung Nasution, di Toko Buku Gramedia, Grand City, Surabaya, saya langsung tertarik untuk 
membelinya. Apalagi, setelah membaca sinopsis di bagian belakang cover-nya. Saya pikir buku tersebut pasti akan menimbulkan kontroversial dan 
kemarahan dari pihak SBY (yang kita semua sudah tahu karakternya 
bagaimana). Ternyata, benar. Pihak SBY merasa tersinggung dengan 
penerbitan buku tersebut. Kontroversial pun mulai menyeruak. Apalagi 
dilihat dari aspek hukum formal apa yang dilakukan oleh Buyung itu 
memang melanggar Undang-Undang. Yaitu, UU No. 19 Tahun 2006 tentang 
Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pasal 6, ayat 1 UU itu 
mengatur: Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota Wantimpres 
tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau 
menyebarluaskan isi n&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Daniel Thie</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T10:23:27</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85557">
    <title>Dulu Avatar Aang, Kini Avatar Korra</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85557</link>
    <description>&lt;pre&gt;

 
saat Korra tiba di Kota Republik 

SEHARIAN saya tinggal di rumah dan menghabiskan waktu untuk menonton serial The Legend of Korra. Serial ini adalah kelanjutan dari Avatar: The Last Air Bender. Jika sebelumnya, sosok yang menjadi Avatar adalah bocah plontos bernama Aang, maka dalam serial ini, Aang berreinkarnasi pada remaja perempuan bernama Korra, yang berasal dari suku air.

Mulai tanggal 14 April 2012 lalu, serial ini ditayangkan di Nickleodeon. Saya memilih untuk menontonnya dengan cara ilegal yakni men-download melalui torrent. Di sini, untuk men-download film atau serial hanya butuh waktu lima menit. Sebagai penggemar Avatar (yang berulang-ulang menonton serial ini), dahaga saya akhirnya terpuaskan. Meskipun kali ini tak ada lagi Aang, Katara, dan Sokka, namun saya tetap tidak kehilangan 'rasa' serial ini. Tetap saja seru, menegangkan, dan sarat filosofi.

Serial ini mengambil setting di Kota Republik, sebuah kota yang didirikan oleh Avatar Aang setelah mengakhiri perang 100 tahun bersama sah&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Yusran Darmawan</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T10:07:26</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85549">
    <title>Senggolan Berita 260512</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85549</link>
    <description>&lt;pre&gt;Penghadang Ibas dan Anas terancam 12 thn penjara. 
= Seandainya yg dihadang itu org yg sdg mau ibadah, penghadangnya FPI. Polisi akan bilang demi keamanan, seharusnya yg dihadang itu mengalah.

Ruhut: Kita tdk bs bayangkan kalau sampai ada kekerasan pd Anas. Kasihan dia. 
= Msh jauh lbh mendingan drpd digantung di Monas.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group &amp;lt; at &amp;gt; FB: 
http://www.facebook.com/groups/mediacare/


Yahoo! Groups Links

&amp;lt;*&amp;gt; To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

&amp;lt;*&amp;gt; Your email settings:
    Individual Email | Traditional

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings via email:
    mediacare-digest&amp;lt; at &amp;gt;yahoogroups.com 
    mediacare-fullfeatured&amp;lt; at &amp;gt;yahoogroups.com

&amp;lt;*&amp;gt; To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe&amp;lt; at &amp;gt;yahoogroups.com

&amp;lt;*&amp;gt; Your use &lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>danielht2002-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w&lt; at &gt;public.gmane.org</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T01:24:00</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85546">
    <title>100 Mahasiswa di Banyumas Terindikasi Masuk Gerakan NII</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85546</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://www.suarapembaruan.com/home/100-mahasiswa-di-banyumas-terindikasi-masuk-gerakan-nii/20484


100 Mahasiswa di Banyumas Terindikasi Masuk Gerakan NII
Kamis, 24 Mei 2012 | 14:57
 Ilustrasi bendera NII [google] 


Berita Terkait

  a.. Pengantin Baru Menghilang, Kelurga Menduga Diculik Jaringan NII 
  b.. Sehari NII Jateng Bisa Kumpul Duit Rp 15 Juta 
  c.. Enam Warga Ungaran Resmi Tersangka NII 
  d.. Polisi Masih Periksa Enam Orang Anggota NII 
  e.. Warga Gerebek Sebuah Rumah Kontrakan di Cilegon 
[PURWOKERTO] Negara Islam Indonesia Crisis Center (NCC) mencatat sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banyumas, Jawa Tengah, terindikasi masuk gerakan NII.

"Kami menerima laporan di Banyumas ada sekitar 100 mahasiswa yang terindikasi masuk NII, dan 70 orang di antaranya ada di sini (Universitas Jenderal Soedirman, red.)," kata pendiri NCC, Kent Setiawan, di Purwokerto, Kamis.

Kent mengatakan hal itu kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Penguatan Pilar Kebangsaan &lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T21:51:02</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85545">
    <title>Menlu RI Berbohong di Jenewa</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85545</link>
    <description>&lt;pre&gt;Ref: Pada umumnya kaum kleptokratik tidak punya malu selain kemaluan, jadi berani bohong di depan umum, demikianlah sifat rezim NKRI.


http://theglobejournal.com/politik/menlu-ri-berbohong-di-jenewa/index.php


Menlu RI Berbohong di Jenewa
Jum`at, 25 Mei 2012 17:07 WIB
Jenewa-Beberapa jam lalu, catatan HAM Indonesia ditinjau oleh Dewan HAM PBB dalam sidang periodik ke-13 di Jenewa, Swiss. Isu-isu kunci, seperti perlindungan atas kebebasan beragama atau situasi HAM di Papua, diangkat oleh banyak negara anggota PBB yang turut dalam kajian HAM.

Banyak anggota Komisi HAM Asia atau AHRC (Asian Human Rights Commission) dan organisasi-bawahannya ALRC (Asian Legal Research Center) prihatin dengan penegakkan HAM di Indonesia. Atas situasi diskriminatif yang dialami kaum minoritas di Indonesia, Swedia, Jerman dan Swiss menyatakan kekecewaannya. Kelompok minoritas di Indonesia, seperti Ahmadiyah, Syiah, Baha’i dan Kristen. Mereka mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereya yang meni&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T20:50:59</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85540">
    <title>Torture and other ill-treatment</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85540</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://www.amnesty.org/en/region/indonesia/report-2012
  Head of state and government 
  Susilo Bambang Yudhoyono 
  Death penalty 
  retentionist 
  Population 
  242.3 million 
  Life expectancy 
  69.4 years 
  Under 5-mortality 
  38.9 per 1,000 
  Adult literacy 
  92.2 per cent 
  a.. Torture and other ill-treatment 
  b.. Excessive use of force 
  c.. Freedom of expression 
  d.. Discrimination 
  e.. Sexual and reproductive rights 
  f.. Domestic workers 
  g.. Impunity 
  h.. Death penalty 
  i.. Amnesty International Reports 
  j.. Amnesty International Visits
Indonesia assumed the chair of ASEAN and in May was elected to the UN Human Rights Council for a third consecutive term. The government strengthened the national police commission but police accountability mechanisms remained inadequate. The security forces faced persistent allegations of human rights violations, including torture and other ill-treatment and use of unnecessary and excessive force. Provincial authorities in Aceh increasingly u&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T16:58:46</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85533">
    <title>INDONESIA: Government's denial at UN UPR very disappointing</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85533</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://www.humanrights.asia/news/press-releases/AHRC-PRL-016-2012
INDONESIA: Government's denial at UN UPR very disappointing 
May 23, 2012 
More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on myspace Share on google Share on twitter 
(Hong Kong/Geneva/Jakarta 23 May 2012) Today, the Indonesia's human rights record was reviewed by the UN Human Rights Council in the 13th session of the Universal Periodic Review in Geneva, Switzerland. Key issues, such as the protection of freedom of religion or the human rights situation in Papua, were raised by many UN Member States participating in the review.

"The responses by the government of Indonesia to the issues and human rights violations discussed during the review were deeply disappointing, as they often contained only denials and showed a lack of respect for victims and their rights," noted Wong Kai Shing, Executive Director of the Asian Human Rights Commission (AHRC).

The AHRC and its sister-organisation the Asian Legal Resource Centre (ALRC) submitted rep&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-26T08:34:07</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85532">
    <title>Udangan Gathring CitraGran Cibubur</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85532</link>
    <description>&lt;pre&gt;Kpd Yth :
Rekan-rekan media
Di tempat
 
Dengan Hormat,
Perumahan CitraGran Cibubur mengundang
rekan-rekan media untuk menghadiri acara Gathring, info produk terbaru dan
santap siang bersama yang akan diselenggarakan pada:
Hari                : Minggu
Tanggal          : 27 Mei 2012
Waktu             : Pkl. 11.00 –
13.00 wib
Lokasi            : Belamosa Function Room, Family Park CitraGran
Cibubur
                         Jl. Alternatif Cibubur - Cileungsi KM. 4 Cibubur
                         Bekasi 17435
 
Acara dimeriahkan dengan
kegiatan Fun Bike, Pesta Kuliner, Lomba Sepeda Hias, Lomba Mewarnai, Bazaar dan
Live Music.
 
Kehadiran rekan-rekan media merupakan
suatu kehormatan bagi kami.
 
Untuk konfirmasi kehadiran
dapat menghubungi:
Bpk. Faizal 08138111908
Ibu Lia 08129140550
 
 
Salam Hangat,
CitraGran Cibubur

 




visit www.kemaliskandar.net&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>kemal iskandar</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T06:18:00</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85531">
    <title>KESEMPATAN BAGI PECANDU NARKOBA</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85531</link>
    <description>&lt;pre&gt;KESEMPATAN TERBATAS BAGI PECANDU NARKOBA

Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 66 dan Hari Anti Narkoba
Internasional. Bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkoba yang
melaporkan diri ke Polri dan BNN dari tanggal 1 sampai dengan 30 Juni 2012
akan dilakukan rehabilitasi secara GRATIS dan TIDAK DIPROSES HUKUM*.

Info: 082117233333 / 085286803570 / 02180888075 /02193183335
FB:  &amp;lt;http://on.fb.me/JSnsZ4&amp;gt; http://on.fb.me/JSnsZ4

 

 

&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>LEONARDUS TOBING</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T05:35:23</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85528">
    <title>Kirimkan Karya Foto Anda : Penghargaan untuk Karya Foto Jurnalistik ”PILKADA DALAM LENSA”</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85528</link>
    <description>&lt;pre&gt;Penghargaan Foto Jurnalistik "Pilkada dalam
Lensa"

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan AUSAID menyelenggarakan

Penghargaan untuk Karya Foto Jurnalistik ”PILKADA DALAM LENSA”

Hadiah
untuk Pemenang:
-
Laptop (Apple Macbook air 13’’)
- iPad 2 Wifi (3G64GBNew)
- Kamera (Canon 1100DKit)


DEWAN JURI
* Arbain Rambey (Kompas)
* Oscar Motuloh (LKBN Antara)
* Rully Kesuma (Tempo)
 
KETENTUAN
LOMBA
1. Karya foto jurnalistik media cetak/online, berbentuk foto tunggal dengan kategori hard news atau feature tentang Pemilihan Kepala Daerah baik sosialisasi, kampanye pemungutan suara, perhitungan suara, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan proses Pilkada.
2. Karya harus pernah dipublikasikan atau disiarkan di media massa (bukan media internal dan personal), pada periode antara 1 Januari 2011 – 15 Juni 2012.
3. Setiap peserta bisa mengajukan maksimal tiga karya.
4. Untuk karya foto, peserta harus mengirimkan klipping karya/link website yang sudah dimuat, dan file fotonya dalam form&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sekretariat AJI</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T06:49:06</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85526">
    <title>Undangan Liputan Media: Pembukaan Pameran Foto 'InAbsentia' [1 Attachment]</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85526</link>
    <description>&lt;pre&gt;Kawan-kawan jurnalis sekalian,

 

Berikut undangan dari kawan-kawan Poros Photos untuk acara pembukaan Pameran
Foto 'InAbsentia' yang akan dibuka oleh Ifdhal Kasim (Ketua Komnas HAM) pada
:

 

Hari / Tanggal        : Sabtu, 26 Mei 2012

Pukul                      : 19.00 - selesai

Tempat                   : Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Cikini,
Jakarta Pusat

Performance           : Santo Klingon &amp;amp; Indobeatbox, Atap Alis, Bejo Untung,
Adi Wijaya &amp;amp; The Fredix.

 

Informasi detail ada di email di bawah ini.

 

Thanks,

 

Luluk Uliyah

Knowledge Officer SatuDunia

Jl. Tebet Utara II No. 6 Jakarta Selatan

Telp : +62-21-83705520

HP. 0815 9480 246

Email: lulukuliyah-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org, luluk-Zh3xB1PtdnUXhy9q4Lf3Ug&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org

 

"Mari berbagi informasi dan pengetahuan"

 

-----------------------------------------------------------------------

 

Undangan Liputan Media: Pembukaan Pameran Foto 'InAbsentia'

 

Kepada 

Yth. Kawan-kawan jurnalis sekalian,

 

 

Poros Pho&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Luluk Uliyah</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T11:20:13</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85524">
    <title>SENI TARUNG, BUMI TARUNG : KOBARKAN DAYA TARUNG MELAWAN LUPA’</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85524</link>
    <description>&lt;pre&gt;UNDANGAN DISKUSI TERBUKA 
tahan rasa pedih itu / dengan ketabahan /
ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka (dipetik dr puisi Amrus Natalsya
“Warna dan Mata” )
UNDANGAN DISKUSI SABTU-AN : ‘SENI TARUNG,
BUMI TARUNG : KOBARKAN DAYA TARUNG MELAWAN LUPA’ bersama AMRUS NATALSYA dan
MISBACH THAMRIN dari SANGGAR BUMI TARUNG di Galeri Kontras (Jl Borobudur 14,
Menteng, Jakpus) 26 Mei 2012; 16.00-19.00.
Mohon kehadirannya dalam diskusi dan dialog
‘SENI TARUNG, BUMI TARUNG : KOBARKAN DAYA TARUNG MELAWAN LUPA’ bersama bapak
Amrus Natalsya dan Misbach Thamrin dari SANGGAR BUMI TARUNG (SBT). Kedua ‘Guru’
dari SBT ini akan menjadi pembuka diskusi dengan berbagi pengalaman berjuang
dan bertahan sepanjang setengah abad (50 tahun) melintasi 3 jaman. Menandai
perjalanan setengah abad itu bulan September 2011 SBT menggelar pameran di
Galeri Nasional, Jakarta dengan mengusung tema “Kobarkan Patriotisme Daya
Tarung Melawan Lupa” . Sebagai salah satu catatan penting seperti termuat dalam
kuratorial (Bamb&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>andre andreas</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T12:26:45</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85523">
    <title>Kenapa Kok Kedubes AS Ikut Sibuk Masalah Lady Gaga?</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85523</link>
    <description>&lt;pre&gt;Heran dah,

Yang lagi pamer kebodohan wartawannya, medianya, apa Mustofanya ya?

Sudah jelas industri hiburan tulang punggung Amerika, ya, jelas lah kalau Amerika khawatir dengan warganya di sini. 

Lady Gaga meraih 5 Grammy Awar, 12 kali nominasi, terpilih sebagai satu di antara 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Time dan Forbes. Dalam setahun terakhir saja meraup penghasilan Rp. 230 Miliar. 

Negara mana yang tidak menjaga aset (warganya) yang bisa mengeduk uang Rp.230 miliar setahun dari seantero dunia? Negara asal kan langsung dapat pajaknya? 

Sebaliknya, Hak buat Lady Gaga untuk mendapatkan perlindungan Amerika. 

Yang lebih pokok, Amerika dan pemerintah mana pun mengkhawatirkan warganya yang terancam di mana pun berada - sebagaimana ancaman yang belakangan ditebar oleh ormas-ormas - dan sudah sewajarnyalah Amerika melakukan segala cara untuk mengamankannya. 

Benar-benar pamer kebodohan. 


Dimas. 


Kenapa Kok Kedubes AS Ikut Sibuk Masalah Lady Gaga?

Hidayatullah.com ï¿½" Koordin&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>mas</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T11:54:23</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85522">
    <title>[JATAM] DEKLARASI INDONESIA BERDAULAT TANPA TAMBANG</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85522</link>
    <description>&lt;pre&gt;*DEKLARASI INDONESIA BERDAULAT TANPA TAMBANG*

* *

*Hari Anti Tambang (HATAM), 29 Mei 2012*

* *

*PULIHKAN HAK RAKYAT, LAWAN PEMBODOHAN &amp;amp; LUPA*



Tanah air kita terus digali, dikuras habis dan dijual murah. Rakyat selalu
saja menjadi obyek pembodohan dan dikorbankan. Setelah tragedi penembakan
tiga warga petani tahun lalu di Bima NTB, daftar panjang rakyat dikorbankan
demi industri pertambangan terus bertambah. Tahun ini tiga petani pulau
Sumba divonis sembilan bulan penjara, karena kukuh mempertahankan tanahnya
yang dirampas perusahaan tambang Australia. Di Porong Sidoarjo, genap 2190
hari warga terus dalam keterancaman karena semburan lumpur Lapindo. Skandal
kasus Lapindo tidak saja menguras kas negara juga menghancurkan kehidupan
puluhan  ribu warga di sana.



Hampir 34 persen daratan Indonesia telah diserahkan pada korporasi lewat
10.235 ijin pertambangan mineral dan batubara (minerba). Itu belum termasuk
ijin perkebunan skala besar, wilayah kerja migas, panas bumi dan tambang
galian C. Kawasan pesis&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>prio kustiadi</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T08:19:01</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85521">
    <title>[JATAM] DUKUNG PERINGATAN HARI ANTI TAMBANG (HATAM) 29 MEI 2012</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85521</link>
    <description>&lt;pre&gt; *DUKUNG PERINGATAN HARI ANTI TAMBANG (HATAM)*
*29 Mei 2012*

*Indonesia Berdaulat Tanpa Tambang*

*Pulihkan Hak Rakyat, Lawan Pembodohan &amp;amp; Lupa*


Pelanggaran HAM dan korupsi di sektor pertambangan memilkiki daftar
panjang. Anak-anak mati di lubang tambang di Samarinda Kalimantan Timur,
suku Karonsie Dongi digusur oleh PT Inco  di Sorowako Sulawesi Selatan,
ikan-ikan di karamba warga desa Betaua pada mati sejak PT. Ina Touna Mining
beroperasi di Tojo Una-una Seulawesi tengah, Newmont dibiarkan membuang
140.000  limbah tailing tambang setiap harinya ke laut Sumbawa NTB, PT
Freeport bahkan membuang  sedikitnya 200.000 ton perharinya ke sungai Ajkwa
di Papua, juga keluarga Bakrie dibiarkan melenggang dari jerat hukum
pengemplangan pajak tambang batubaranya dan membiarkan puluhan ribu korban
lumpur Lapindo genap 6 tahun menderita akhir bulan ini.



Itu baru sedikit catatan dari tambang yang sedang beroperasi, belum lagi
konflik yang ditimbulkan saat perusahaan baru bereksplorasi. Warga Lambu
ditembakin dan dib&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>prio kustiadi</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-25T07:47:53</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85515">
    <title>"PENJAJAHAN MAFIA MINYAK ATAS INDONESIA"</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85515</link>
    <description>&lt;pre&gt;"PENJAJAHAN MAFIA MINYAK ATAS INDONESIA" 

by &amp;lt; at &amp;gt;TrioMacan2000

Kondisi bangsa saat ini : hukum hancur, ketahanan pangan dan energy 
hancur, korupsi marak, kedaulatan rapuh, dst..awal bencana yg lbh besar

Sebulan lalu saya sdh kultwitkan bhw akan terjadi kelngkaan BBM. 2 
minggu yg lalu mulai terjadi. Skrg makin parah dan akan semakin parah, 
Kenapa BBM langka? 1. Stock menipis 2. BBM subsidi 12.4 juta kiloliter 
digelapkan pertamina 3. Petral "bermain" 4. elpiji mau dinaikan dst

Tahukah anda bhw stock BBM pertamina itu maks hny 24 hari? Pdhl 
idealnya 40 hari? Kenapa bisa terjadi? Dan skrg stock BBM hny 5-7 hari

Penolakan kenaikan BBM akan dijadikan "kambing hitam" oleh pemerintah 
dan Pertamina terkait kelangkaan BBM. Pdhl ada mafia yg bermain disini

Ketika kontak intelejen saya di Oman &amp;amp; Nigeria infokan bulan lalu 
ttg " pembajakan MT SMYRNI dan peledakan pipa bonnylite", alarm sy bunyi
 Strategi serangan apa yg sedang dilancarkan oleh mafia minyak ini? 
Kombinasi : stock menipis, cargo crude dibajak, p&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Al Faqir Ilmi</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-22T04:31:24</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85514">
    <title>Rights groups to highlight religious prosecution</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85514</link>
    <description>&lt;pre&gt;Ref: Apakah ada yang membawa masalah korban 1965/1966 ataukah sudah diselesaikan?


http://www.thejakartapost.com/news/2012/05/23/rights-groups-highlight-religious-prosecution.html
Rights groups to highlight religious prosecution
Margareth S. Aritonang, The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 05/23/2012 7:23 AM 
A- A A+ 
Representatives from human rights groups say they will urge the United Nations Human Rights Council (UNHRC) to issue recommendations forcing the Indonesian government to guarantee the rights of religious minority groups.

“We will specifically address the increasing violence against religious minorities so that the UN’s human rights body can decide on concrete recommendations for the Indonesian government,” Human Rights Working Group (HRWG) executive director Rafendi Djamin told The Jakarta Post from Geneva.

Rafendi added that the NGO delegation would also highlight the murder of rights activist Munir Said Thalib to add urgency to the need to abolish impunity.

The Indonesian delegation to t&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-24T22:34:05</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85512">
    <title>NKRI Buntung, Tapi Beruntung</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85512</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/nkri-buntung-tapi-beruntung
  a.. 
 
Map 
Jakarta, Indonesia 
Jakarta, Indonesia 
NKRI Buntung, Tapi Beruntung
Diterbitkan : 23 Mei 2012 - 3:51pm | Oleh Aboeprijadi Santoso (Foto: Aboeprijadi Santoso) 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir pekan lalu menghadiri Pesta Raya Ulang Tahun ke-10 Restorasi Kemerdekaan Timor Leste, 20 Mei 2012. Oleh-olehnya: persahabatan yang makin kental dan penting bagi kedua negara. Namun persahabatan itu timpang.

Timor Leste mengharapkan Presiden RI datang dengan keterangan tentang jasad pahlawan nasionalnya, Nicolau Lobato, tapi malah dihadiahi meriam kuno. Sementara ratusan perwira Indonesia yang bermasalah karena aksi bumi hangus pada 1999, meski pun dicekal PBB, tetap menikmati impunitas.

Lebih satu dasawarsa setelah "kehilangan" propinsi ke-27, NKRI buntung, tapi ternyata malah beruntung.

Pengingat bermakna
Perayaan satu dasawarsa kemerdekaan Timor Leste itu seharusnya merupakan suatu pengingat (reminder) yang bermakna bagi sa&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-24T18:23:15</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85511">
    <title>Gaga speaks out about Jakarta drama  +  FUI to hold anti-Gaga rally</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85511</link>
    <description>&lt;pre&gt;http://www.thejakartapost.com/news/2012/05/22/gaga-speaks-out-about-jakarta-drama.html
Gaga speaks out about Jakarta drama
Margareth S. Aritonang, The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 05/22/2012 2:08 PM 
A- A A+ 
(AP Photo/Wally Santana)

US pop singer Lady Gaga has broken her silence on the long-running drama over her planned Jakarta concert, making note of censorship concerns and threats of violence against her.

After more than a week conflicting statements and international headlines over whether authorities would allow the June 3 concert in Bung Karno Stadium in Jakarta to go ahead, Gaga used her Twitter account, &amp;lt; at &amp;gt;ladygaga, to provide two brief statements.

"The Jakarta situation is 2-fold: Indonesian authorities demand I censor the show &amp;amp; religious extremist separately, are threatening violence," she posted on Tuesday. “If the show does go on as scheduled, I will perform the BTWBall [Born This Way Ball] alone.”

One of those authorities is Religious Affairs Minister Suryadharma Ali, who said last week &lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sunny</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-24T22:25:04</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85510">
    <title>{ UNDANGAN } The Indonesian Forum Seri 17, The Indonesian Institute dengan Tema: Menyoal Penangangan Konflik Sosial di Indonesia (Selasa, 29 Mei 2012 Pukul 14-16 WIB</title>
    <link>http://comments.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/85510</link>
    <description>&lt;pre&gt;*Bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri dalam Diskusi *

*“THE INDONESIAN FORUM Seri **1**7**” *

*
*

*Waktu               : Selasa, 29 Mei 2012 Pk. 14.00-16.00 WIB*

*Tema                 : Menyoal Penanganan Konflik Sosial di Indonesia *

*Tempat             : Lt. 1 Gd The Indonesian Institute Jl. Wahid Hasyim
194 Kampung Bali, Jakarta Pusar *



Pada 11 April 2012 yang lalu, DPR RI dalam sidang paripurnanya telah
menetapkan Rancangan Undang-Undang Penanganan Konflik Sosial (RUU PKS)
menjadi Undang-Undang (UU). UU ini langsung menuai berbagai penolakan
karena dinilai tak akan cukup menangani berbagai konflik sosial yang
terjadi dan berkembang di Indonesia belakangan ini, terutama dengan
ketentuan yang memungkinkan masuknya TNI dalam penanganan konflik.



Di Indonesia, ada berbagai bentuk konflik sosial, dari yang berkaitan
dengan isu etnis, agama, kelompok kepemudaan, maupun kewilayahan. Di satu
sisi, keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia adalah aset berharga yang
menyimpan berbagai kekaya&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>lola amelia</dc:creator>
    <dc:date>2012-05-24T02:09:25</dc:date>
  </item>
  <textinput rdf:about="http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare">
    <title>Search Engine</title>
    <description>Search the mailing list at Gmane</description>
    <name>query</name>
    <link>http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare</link>
  </textinput>
</rdf:RDF>

