<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:taxo="http://purl.org/rss/1.0/modules/taxonomy/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:syn="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/">
  <channel rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare">
    <title>gmane.culture.media.mediacare</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare</link>
    <description/>
    <syn:updatePeriod>hourly</syn:updatePeriod>
    <syn:updateFrequency>1</syn:updateFrequency>
    <syn:updateBase>1901-01-01T00:00+00:00</syn:updateBase>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91077"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91076"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91075"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91074"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91073"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91072"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91071"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91070"/>
      </rdf:Seq>
    </items>
    <image rdf:resource="http://gmane.org/img/gmane-25t.png"/>
    <textinput rdf:resource=""/>
  </channel>
  <image rdf:about="http://gmane.org/img/gmane-25t.png">
    <title>Gmane</title>
    <url>http://gmane.org/img/gmane-25t.png</url>
    <link>http://gmane.org</link>
  </image>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089">
    <title>KETIKA DEMOKRASI DIUJI OLEH TEORI QUEER [1 Attachment]</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089</link>
    <description>&lt;pre&gt;KETIKA DEMOKRASI DIUJI OLEH TEORI QUEER

Demokrasi fana adalah 
demokrasi tanpa representasi. Demokrasi yang hakikatnya untuk 
mendistribusikan kekuasaan pada orang banyak, pada publik, agar 
terhindar dari kekuasaan absolut satu pihak ternyata bisa menjadi 
kekuasaan absolut satu kelompok. Dalam kuliah umum Teori Queer dan 
Demokrasi, 17 Mei 2013, Rocky Gerung mengatakan bahwa dalam demokrasi 
tersembunyi sekat tak terlihat yakni identitas politik.

Satu 
kelompok yang terikat dalam kesamaan identitas menggunakan kendaraan 
demokrasi untuk menjalankan negara sesuai dengan apa yang mereka mau. 
Dampaknya tentu saja suara-suara identitas minor jadi kurang bahkan 
tidak terdengar

Teori Queer, menurut Rocky Gerung,  dasar 
pikirannya adalah menguji sanggupkah demokrasi menjamin wilayah 
kemerdekaan warga negara agar keragaman pengalaman individu dapat 
dinikmati sepenuhnya. Gerung pun mengakui bahwa dari awal desain 
demokrasi memang tidak imparsial, artinya demokrasi dibuat untuk 
melayani warga mayoritas ti&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Al Faqir Ilmi</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T03:29:11</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088">
    <title>HIMsight : selamat datang Net.TV, adil vs setia, etc !</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088</link>
    <description>&lt;pre&gt;HIMsighted.   19Mei 2013  2013
HIMilis : himtertainment-subscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org
Line | Viber | WeChat | WhatsApp : +6283893085202 , with ID Chat : himfiles
HIMstreaming : http://himfiles.blogspot.com( supported by : &amp;lt; at &amp;gt;IdBlogNetwork &amp;amp; Tiket.com )
 
 
HIMtv
Welcome back, om &amp;lt; at &amp;gt;wishnutama ! Mungkin sambutan seperti itu yang akan di-mention banyak orang saat pekan depan dunia broadcasting tanah air akan disuguhi berbagai tayangan dari sebuah stasiun tv baru bernama : Net.TV. Bukan lagi menjabat sebagai direktur utama sebuah stasiun tv swasta nasional, tetapi langsung berperan sebagai founder alias pendiri, wow ! Tekadnya ini sesuai dengan nama salahsatu program TransTV : bosan jadi karyawan, he3..
Secara perjuangan merintis brand baru mungkin bisa dibilang mulai dari nol, namun secara struktur jaringan bagi sebuah stasiun tv anyar sebenarnya tinggal melanjutkan. Kanal SpaceToon yang identik dengan etalase tayangan anak ( khususnya seri kartun ) akan bersalin rupa menjadi Net.TV dengan&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Juke Box</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T01:17:52</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087">
    <title>Sidang Impor Daging Sapi, Skor 1-0 untuk PKS</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087</link>
    <description>&lt;pre&gt;



Sidang Impor Daging Sapi, Skor 1-0 untuk PKS
www.inilah.comon
37
Sidang kasus daging sapi - (Foto: ilustrasi)
Oleh: Iwan Purwantono
nasional - Jumat, 17 Mei 2013 | 18:29 WIBShare on facebookShare on twitterShare on emailShare on googleMore Sharing Services


* 
INILAH.COM, Jakarta - Dalam sidang kasus suap impor daging sapi yang berlangsung hari ini di Pengadilan Tipikor, Jakarta, posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di atas angin. Dari keterangan beberapa saksi, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan PKS atau mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Menurut Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya, indikasi adanya politisasi dan kriminalisasi terhadap PKS dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

‘’Namun dalam persidangan hari ini, cukup jelas. Kasus ini, tak ada hubungannya dengan PKS ataupun LHI. Skornya 1-0 untuk keunggulan PKS,’’ ungkapnya kepada INILAH.COM, Jumat (17/5/2013).

Selanjutnya, Mustofa membeberkan fakta hukum yang terjadi dalam persi&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>abu jundi</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-17T23:12:32</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086">
    <title>Re: Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | &lt; at &gt;ArniSmart</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086</link>
    <description>&lt;pre&gt;otak abu jundi benar-benar sudah dicuci nih...

relly

Minggu, 19 Mei 2013 | 18:52 WIBCerita Sopir Fathanah Soal Paket Duit ke LuthfiTersangka
 korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah memberi keterangan 
usai bersaksi pada sidang kasus tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta 
(17/5). Kasus ini menjadi perhatian karena banyaknya wanita di balik 
Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto






 
 





#Suap Daging Sapi Impor 
                
                  #Ahmad Fathanah 
                   

 

Besar
Kecil
Normal

TEMPO.CO, Depok - Mantan sopir Ahmad Fathanah, Nurhasan, mengaku pernah diperintah oleh Sefti Sanustika untuk menyerahkan bingkisan berisi duit ke Luthfi Hasan Ishaaq. Sefti sendiri merupakan istri Fathanah, tersangka kasus suap daging impor. 
 "Iya, dulu saya memang pernah diminta antar," kata Nurhasan ke Tempo, 
Ahad, 19 Mei 2013. "Isinya memang uang, tapi saya tak tahu jumlah."

Kata
 Nurhasan, transaksi&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Relly Jehato</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T07:27:44</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085">
    <title>Masih ada reporter yang coba bicara jujur...</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085</link>
    <description>&lt;pre&gt;

reporter yg jujur namun di cut ....
smg tdk kena SP 3...

Kesimpulan Persidangan LHI 17/05/2013 LHI tidak ada kaitannya dengan suap daging impor

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&amp;amp;v=xPfJzpF-tGA


------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group &amp;lt; at &amp;gt; FB: 
http://www.facebook.com/groups/mediacare/


Yahoo! Groups Links

&amp;lt;*&amp;gt; To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

&amp;lt;*&amp;gt; Your email settings:
    Individual Email | Traditional

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings via email:
    mediacare-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org 
    mediacare-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org

&amp;lt;*&amp;gt; To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org

&amp;lt;*&amp;gt; Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>fai</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T04:16:08</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084">
    <title>Re: Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | &lt; at &gt;ArniSmart</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084</link>
    <description>&lt;pre&gt;berhubung saya bukan orang Metro TV dan TV One tidak ada kewajiban saya menjelaskan tentang integritas mereka.

Tapi sebagai warga Indonesia, jelas saya berhak mempertanyakan integritas LHI, sebagai presiden PKS, mantan presiden PKS, petinggi PKS, dan seorang ustadz, sebagai mana terlihat dalam transkrip percakapan di bawah ini. 

Transkrip percakapan di bawah ini terjadi antara nomor HP +62816940797 (Luthfi) dan HP bernomor 628118003535 (Fathanah), pada 9 Januari 2013.

Sebagian percakapan antara Fathanah dan LHI ini menggunakan bahasa Arab. Salah satunya mengenai skenario meminta tambahan kuota impor sapi untuk PT Indoguna Utama kepada Menteri Pertanian.

Ada juga percakapan mengenai fee Rp 5.000/kg dari kuota 8.000 ton yang akan diajukan. Jika skenario berhasil, maka Fathanah dan LHI akan mendapat Rp 40 miliar.

"Ee tsamaniya (tertulis khamaniya-Red) alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain milyar cash," kata Fathanah.

Berikut petikan cuplikan percakapan Fathanah-Luthfi :

0797 Assalamua&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>mas</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T12:07:42</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083">
    <title>Re: Fathanah, LHI, Hidayat, Tifatul, dan Dirut Indoguna Bersama-sama ke Medan</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083</link>
    <description>&lt;pre&gt;Hidayat ini kesaksiannya tidak bisa dipercaya,
beruntung HNW tidak jadi Gubernur Jakarta.&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T08:40:39</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082">
    <title>Re: Fathanah Dicokok, Maharani Masih di Kamar Mandi</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082</link>
    <description>&lt;pre&gt;Maharani ini kesaksiannya tidak bisa dipercaya,
dulu dia bilang 10 juta untuk menemai Fathani di kafe, 
tapi kemarin dia bilang 10 juta fee untuk berhubungan intim.
Kenapa tiba-tiba kesaksian Maharani berubah 170 derajat?
Apa ada konspirasi zionis?
Sudah pasti itu.&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T08:39:04</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081">
    <title>Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081</link>
    <description>&lt;pre&gt;Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah****

Senin, 20 Mei 2013 | 05:49 WIB****

** **

[image: Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah]****

Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin. TEMPO/Dhemas Reviyanto****

** **

TEMPO.CO , Jakarta:Walikota Makassar Ilham Arief
Sirajuddin&amp;lt;http://www.tempo.co/read/news/2013/05/07/063478532/Ilham-Enggak-Ada-Aliran-Duit-Fathanah-ke-Saya&amp;gt;mengaku
pernah menyerahkan uang senilai Rp 7 miliar pada tersangka kasus
suap impor daging sapi Ahmad
Fathanah.&amp;lt;http://www.tempo.co/topik/tokoh/991/Ahmad-Fathanah&amp;gt;Menurut
Ilham, duit itu adalah duit pemenangannya untuk Pemilihan Gubernur
Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.****


“Saya serahkan melalui Fathanah Rp 7 miliar. Setahu saya mekanismenya
memang diserahkan ke DPP PKS dulu, baru nanti disampaikan ke DPW PKS,” kata
Ilham kepada Tempo, Ahad, 19 Mei 2013. Dia mengaku tidak tahu kemana uang
itu mengalir seusai diserahkan pada Fathanah.****


“Saya gak tahu cuci uangnya dimana. Gak ngerti,” ujar Ilham. Dia juga
menga&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T04:02:04</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080">
    <title>Tirani KPK</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080</link>
    <description>&lt;pre&gt;Tirani KPK-tainment Fahri Hamzah 

1. Hukum tidak mencari kesalahan orang, hukum adalah untuk penjahat. Operasi intelijen bukanlah penegakan hukum.

2. Kalau ada yg tak pernah salah di dunia ini, tunjukkan padaku, aku akan menjadikannya nabi.

3. Tapi, nabi sdh tak ada, Tuhan menghentikannya 15 abad silam. Artinya tak ada lagi orang ma'sum (bersih dari salah).

4. Bahkan nabi yang ma'sum itu pun pernah berbuat salah tetapi kesalahannya langsung ditegur Tuhan dan menjadi dalil.

5. Nabi pernah mengharamkan madu bagi dirinya maka Tuhan tegur, "mengapa kau haramkan yg dihalalkan...66:4).

6. Tapi kita, adakah Tuhan akan menegur kita jika berbuat salah? itu private sifatnya. Tak ada lagi nabi...tak ada lagi..

7. Tapi hukum tidak berlaku di wilayah private kita, biarlah Tuhan menegur kita sendiri pada wilayah iman kita masing2...

8. Hukum yang berlaku di wilayah private baru menjadi masalah jika terkait dengan orang lain...

9. Jika ia individu disebut perdata dan jika ia negara di sebut pidana...karenanya pida&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>sunaji Naji</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T16:29:20</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079">
    <title>lowongan: Konsultan komunikasi</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079</link>
    <description>&lt;pre&gt;All,  
Sebuah konsultan komunikasi yang sedang berkembang di jakarta membutuhkan beberapa personel untuk dapat bergabung dalam tim konsultan komunikasi yang dinamis. Pastikan Anda memiliki kualifikasi sebagai berikut:

Communication Consultant
Syarat: S1, minimal pengalaman kerja 5 tahun, bisa menulis, mengerti tentang event management, dan dapat menyusun strategi komunikasi. 

Kirimkan surat lamaran, CV, dan Portfolio Anda kesrielin-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org
Kami tunggu aplikasi Anda hingga 1 Juni 2013.
Mohon diteruskan jika ada saudara/ kerabat Anda yang berminat 
Terimakasih,
elin&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sri Elin</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T06:19:57</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078">
    <title>Pentas teater GARASI + DIKSUSI buruh migran</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078</link>
    <description>&lt;pre&gt;
  

SANGKAR MADU
Teater Dokumenter tentang buruh migran

“Sangkar Madu” adalah sebuah proyek teater dokumenter* yang mengangkat isu buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Diangkat berdasarkan penelitian tim Teater Garasi di salah satu desa di Kulon Progo, Yogyakarta, di mana 80% penduduknya adalah atau pernah menjadi buruh migran. Proyek ini merupakan inisiasif seniman Teater Garasi, Verry Handayani yang didukung oleh Yayasan TIFA.

Kali ini , Teater Garasi dan Tifa Foundation yang didukung oleh The Japan Foundation , Jakarta mempersembahkan :

Karya inisiatif dari B. Verry Handayani berkolaborasi dengan Andri Nur Latif, Banjar Tri Andaru Cahyo, Ega Kuspriyanto, Elisabeth Lespirita Veani, Erwin Zubiyan, Febrianus Anggit Sudibyo, Febrinawan Prestianto, Gading Narendra Paksi, Irfanuddien Ghozali, Lusia Neti Cahyani, JDM. Meko Mana, Nailil Muna, Nesia Putri Amarasthi, Syamsul Islam, Siti Fauziah, Tita Dian Wulansari.

Waktu dan Tanggal :

Sabtu, 1 Juni 2013
Pukul 19.00
Di Auditorium Erasmus Huis
J&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Diana</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T10:25:55</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91077">
    <title>PKS Harus Segera Tunjuk Jurubicara yang Lebih Lunak dan Rasional!</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91077</link>
    <description>&lt;pre&gt;Media Islam fundamentalis pun tidak ada yang mau membela PKS lagi tuh,
semua mundur teratur.


PKS Harus Segera Tunjuk Jurubicara yang Lebih Lunak dan Rasional!


RMOL. Sikap konfrontatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar sikap yang keliru. 
Apalagi langkah konfrontatif itu berujung pada laporan ke polisi.

"Ini
 bukan cara yang bisa menguntungkan PKS. Ini merugikan PKS sendiri," 
kata gurubesar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi 
Rauf, kepadaRakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 16/5).

Dengan
 sikap dan strategi ini, Maswadi yakin citra PKS di mata publik semakin 
buruk. Publik bukan hanya mempersepsikan PKS sebagai partai yang juga 
ikut dalam kubangan korupsi, melainkan juga akan mempersepsikan PKS 
sebagai partai yang emosinal dan penuh ketakutan.

Maswadi pun 
menyarankan kepada PKS. Daripada PKS menggunakan strategi konfrontatif, 
akan lebih baik bila PKS menjelaskan saja informasi yang sesungguhnya 
kepada publik. Mis&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T08:59:51</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91076">
    <title>Dahlan: “Bantal Emas” dari Negara Tropik</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91076</link>
    <description>&lt;pre&gt; “Bantal Emas” dari Negara Tropik
Senin, 20 Mei 2013

Durian montong (bantal emas) lagi ditanam secara massal di PTPN VIII Jawa
Barat. Saat ini sudah tertanam 250 hektar, dan akhir tahun nanti sudah
menjadi 1.500 hektar.



Tiap tahun jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 3.000 hektar. Maka
tiga tahun lagi tidak perlu impor bantal emas itu. (Montong dalam bahasa
Thailand berarti bantal emas).



Manggis jenis wanayasa saat ini juga sudah tertanam sebanyak 250 hektar.
Seperti juga si bantal emas, akhir tahun ini sudah akan mencapai 1.500
hektar.



Dadi Sunardi, Dirut PTPN VIII memilih jenis wanayasa karena buahnya yang
tidak terlalu besar. Pasar internasional tidak menyukai manggis yang
terlalu besar. Dengan ukuran yang kecil-kecil, begitu manggis dibuka isinya
bisa dikorek dengan sendok teh.



Sambil menunggu pohon-pohon buah tropik tersebut tinggi, Dadi menanam
pisang dan pepaya di sela-selanya. Tidak ayal kalau PTPN VIII kini sudah
menghasilkan berkontainer-kontainer pepaya dan pisang.

Itu mengg&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T08:17:17</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91075">
    <title>Kesaksian Fathanah yang Tak Diungkap Media</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91075</link>
    <description>&lt;pre&gt;
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Fajar Martiono &amp;lt;fajarm05&amp;lt; at &amp;gt;yahoo.co.id&amp;gt;
Date: Sat, 18 May 2013 07:59:39 
To: abu jundi&amp;lt;abu_jundi&amp;lt; at &amp;gt;yahoo.com&amp;gt;
Reply-To: Fajar Martiono &amp;lt;fajarm05&amp;lt; at &amp;gt;yahoo.co.id&amp;gt;
Subject: Kesaksian Fathanah yang Tak Diungkap Media

Anugra Robby Syahputra.
Bekerja di Ditjen Bea&amp;amp;Cukai,Kemenkeu. Bergiat di Forum Lingkar Pena Aceh dan Masyarakat Aceh Peduli Palestina (MAPENA). Menulis lepas di media nasional&amp;amp;lokal. Karyanya terangkum dalam antologi puisi Musibah Gempa Padang (Al-Ghazali,Kuala Lumpur,2009, Kerdam Cinta Palestina (Folipenol,2010), Nuun (Format,2010), Tsunami Kopi (Diwana,2010) &amp;amp; antologi puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan (Dewan Kesenian Mojokerto,2010) &amp;amp; Surat Cinta Untuk Murabbi (Parapluie,2011).Bersama Nurul Fauziah, menulis buku nonfiksi perdana Gue Gak Cupu (Gramedia,2010). Sesekali menjadi trainer dan speaker
3in
Share
Kesaksian Fathanah yang Tak Diungkap MediaOPINI | 17 May 2013 | 18:39 Dibaca: 328&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>fai</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-17T23:55:13</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91074">
    <title>PKS Targetkan 2 Triliun dari Bank Jabar</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91074</link>
    <description>&lt;pre&gt;Bobol bank saja ada targetnya,
hebat sekali PKS ini.

PKS Targetkan 2 Triliun dari Bank Jabar

Tersangka pembobol Bank Jabar Banten Yudi Setiawan mengaku 
menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi Partai Keadilan 
Sejahtera lewat Ahmad Fathanah. Mereka mengatakan Yudi mengejar target dana partai triliunan rupiah untuk kampanye Pemilu 2014.


“Kami menargetkan bisa menghimpun Rp 2 triliun,” ujar Yudi kepada Tempo pada Jumat pekan lalu, menirukan pernyataan Luthfi Hasan Ishaaq. Hal itu terungkap dalam laporan utama majalah Tempo edisi pekan ini yang berjudul “Selingkuh Fathanah dan Partai Dakwah”.


Pernyataan Luthfi itu disampaikan kepada Yudi pada 12 Juli 2012 dalam perjamuan makan siang di kantor Yudi, di Jalan Cipaku I Nomor 14, 
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Luthfi saat itu masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Dia ditemani karibnya, Ahmad Fathanah.


Yudi yang kini ditahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai 
tersangka perkara korupsi, menuturkan pertemuan dibuka Lu&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T05:42:19</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91073">
    <title>Pendiri Partai *, Ustadz Mashadi : Bubarkan Partai **!</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91073</link>
    <description>&lt;pre&gt;“Saya minta supaya PKS itu membubarkan diri dan seluruh asetnya dijual
dikembalikan ke masyarakat dan kemudian minta maaf kepada seluruh rakyat
Indonesia,” ujar Mashadi.

salam,
ananto
=====


Ustadz Mashadi : Bubarkan PKS!

Minggu, 19-05-2013 09:26



JAKARTA, PESATNEWS – Melihat perkembangan kasus suap impor daging sapi yang
menyeret-nyeret petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), membuat pendiri
Partai Keadilan (PK), yang merupakan embrio dari PKS Ustadz Mashadi kecewa.
Dia menyarankan PKS dibubarkan saja.



Pernyataan keras itu disampaikan Mashadi di hadapan ratusan peserta diskusi
bertajuk “Parpol Islam: Solusi Atau Masalah” yang digelar oleh Forum Studi
Islam (FSI) FISIP UI, beberapa waktu lalu. “Saya minta supaya PKS itu
membubarkan diri dan seluruh asetnya dijual dikembalikan ke masyarakat dan
kemudian minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar Mashadi.



Mashadi mengaku dirinya sangat sedih, miris dan kecewas setelah mendapat
kenyataan bawah orang-orang yang dahulu bersamanya&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T02:45:44</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91072">
    <title>Fathanah Pojokkan PKS</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91072</link>
    <description>&lt;pre&gt;Saya heran dengan Moderator yang meloloskan berita-berita dari Intriknews.com,
Intriknews ini media abal-abal atau media karbitan?
Kenapa isinya hanya puja-puji kepada PKS?
Kenapa PKS juga membuat banyak portal media baru seperti Plintirnews, dsb?Kesaksian-kesaksian Fathanah tidak ada satu pun yang meringankan PKS.
Coba Abu Jundi baca Media Indonesia hari ini dengan headline:

Fathanah Pojokkan PKS


Kesaksian-Kesaksian Kasus Suap Daging Sapi Preseden buruk membiarkan partai politik menerima dana korupsi.KESAKSIAN tersangka Ahmad Fathanah, orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, 
menyudutkan PKS. Dia mengaku memberikan sejumlah dana kepada partai itu.


“Di 2012 juga ada (sumbangan ke PKS),“ aku Fathanah tanpa menyebutkan 
jumlah, dalam sidang dengan terdakwa Arya Abdi Effendy dan Juard 
Effendi, dalam kasus dugaan suap impor daging sapi di Kementan, di 
Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T05:40:16</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91071">
    <title>Re: Re: Tayangan ILC di TV One bikin masyarakat simpati berat sama PKS</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91071</link>
    <description>&lt;pre&gt;Saya melihat tayangannya dan memperhatikan yang disarankan masdimas melihatnya di youtube.
Sungguh miris sekaligus sedih...terlihat FH insist untuk mengalihkan bahwa soal LHI adalah urusan pribadi bukan urusan partai, padahal LHI adalah pemimpin Partai yang bekerja selama ini untuk Partai. Pemimpin partai saja diperlakukan demikian apalagi hanya anggota biasa, anggota dituntut lahir bathin untuk setia kepada partai, tetapi begitu ada masalah partai tidak mau turut bertanggung jawab ... 
Saya sungguh salut kepada para anggota partai dan simpatisannya yang tetap membela partai mati-matian meski tahu diperlakukan demikian..



________________________________
 From: mas &amp;lt;masdimas62-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org&amp;gt;
To: mediacare-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org 
Sent: Friday, May 17, 2013 9:25 PM
Subject: [mediacare] Re: Tayangan ILC di TV One bikin masyarakat simpati berat sama PKS
 


  
Coba simak link ini :

http://www.youtube.com/watch?v=7rcCkH2pApk

Dan baca komentar-komentar masyarakat ten&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>uge basar</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T04:32:50</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91070">
    <title>Sopir Fathanah Mengaku Serahkan Duit kepada Luthfi</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91070</link>
    <description>&lt;pre&gt;Tak lama berselang, di tempat parkir pom bensin Pancoran, dia memarkir
mobil di samping mobil VW Cavarelle kepunyaan Luthfi. Dia keluar dan
menyerahkan tas plastik warna hitam itu kepada Luthfi. Dia baru tahu tas
plastik itu berisi
duit&amp;lt;http://www.tempo.co/read/news/2013/05/18/063481336/PKS-Bantah-Fathanah-sebagai-Donatur-Partai&amp;gt;saat
melihat Luthfi membukanya dalam mobil. Luthfi kemudian menghitung duit
itu. "Udah cukup," kata Luthfi berdasarkan dokumen tadi. Kemudian dia
segera pergi menjemput Sefti.


salam,
ananto
=====


Sopir Fathanah Mengaku Serahkan Duit kepada Luthfi

Minggu, 19 Mei 2013 | 08:54 WIB



TEMPO.CO, Jakarta - Sefti Sanustika, istri Ahmad Fathanah--tersangka kasus
suap kuota impor daging sapi dan pencucian uang, diduga pernah minta
sopirnya menyerahkan bingkisan berisi yang diduga berisi
duit&amp;lt;http://www.tempo.co/read/news/2013/05/18/063481355/Fee-untuk-Luthfi-Annukhud-Arbain-Milyar&amp;gt;untuk
Luthfi Hasan Ishaaq. Informasi dari sumber Tempo menyebutkan Sefti
memerintahkan supirnya untuk member&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T02:10:38</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91069">
    <title>Kang Sobary: Katak dan Ular</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91069</link>
    <description>&lt;pre&gt;Katak dan Ular

Mohamad Sobary | Rabu, 08 Mei 2013 - 13:28:09 WIB



Pemimpin yang baik boleh kelihatan kaku sesekali, tapi tindakannya jelas.



Dalam sebuah cerita rakyat disebutkan, seekor ular menyergap katak yang tak
menduga—dan tak tahu menahu—ada bahaya mengancam di belakangnya. Katak itu
tertangkap, dan musuhnya yang tak mengenal ampun, siap menelannya.



Binatang celaka itu merasa sejarah hidupnya berakhir pagi itu. Tapi tak
disangka-sangka, Kanjeng Sunan Kalijaga muncul pada detik-detik kritis itu.
Tiba-tiba terdengar seruan keras, “huuu…” yang menggetarkan pohon-pohon dan
bebatuan. Air telaga pun bergejolak tanpa embusan angin.


Ular terkejut mendengar suara itu. Sesaat mulutnya sampai ternganga sambil
menoleh ke arah bayangan yang mendekat dari balik semak-semak.



Gerak naluriah yang tak dimengerti oleh katak itu mendorongnya keluar dari
mulut si ular dengan loncatan panjang. Sambil menahan perasaan
berdebar-debar dalam hatinya, sang katak mensyukuri kesempatan berharga itu
untuk se&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T02:01:42</dc:date>
  </item>
  <textinput rdf:about="http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare">
    <title>Search Engine</title>
    <description>Search the mailing list at Gmane</description>
    <name>query</name>
    <link>http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare</link>
  </textinput>
</rdf:RDF>
