<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:taxo="http://purl.org/rss/1.0/modules/taxonomy/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:syn="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/">
  <channel rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare">
    <title>gmane.culture.media.mediacare</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare</link>
    <description/>
    <syn:updatePeriod>hourly</syn:updatePeriod>
    <syn:updateFrequency>1</syn:updateFrequency>
    <syn:updateBase>1901-01-01T00:00+00:00</syn:updateBase>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91097"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91096"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91095"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91094"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91093"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91092"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91091"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91090"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079"/>
        <rdf:li rdf:resource="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078"/>
      </rdf:Seq>
    </items>
    <image rdf:resource="http://gmane.org/img/gmane-25t.png"/>
    <textinput rdf:resource=""/>
  </channel>
  <image rdf:about="http://gmane.org/img/gmane-25t.png">
    <title>Gmane</title>
    <url>http://gmane.org/img/gmane-25t.png</url>
    <link>http://gmane.org</link>
  </image>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91097">
    <title>OPINI:  Kejanggalan SKL-BLBI</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91097</link>
    <description>&lt;pre&gt;Kejanggalan SKL- BLBI Layak Diselidiki                                                    
 
Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III DPR RI/
Presidium Nasional KAHMI 2012-2017

Sejumlah mantan petinggi era pemerintahan Megawati Soekarnoputri satu persatu dipanggil dan diperiksa KPK terkait Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI. Mulai Rizal. Ramli, Kwik. Kian Gie hingga Putu Arry Sutta. Bahkan tak tanggung-tanggung, dalam perkembangan di pertengah Mei 2013, terdengar kabar Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan, Presiden RI kelima, akan dipanggil KPK sebagai saksi kasus SKL BLBI. Tentu saja informasi tersebut membuat kita tercengang.

Kita berharap penyelidikan terhadap penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) yang membuat kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dihentikan penyidikannya (SP3) oleh Kejaksaan Agung di masa kepresidenan Megawati ini, bukan bagian dari operasi Sunyi Senyap atau "SS" yang ingin menempatkan Megawati menjadi sasaran tembak untuk menjatu&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>bambangsoesatyo-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w&lt; at &gt;public.gmane.org</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T11:10:38</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91096">
    <title>Cultural Trip to TANGERANG 15 Juni 2013</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91096</link>
    <description>&lt;pre&gt;CULTURAL TRIP TO TANGERANG
15 Juni 2013

³Ikut Berlomba Perahu Naga di Perayaan Peh Cun²
Setiap tanggal 5 di bulan kelima penanggalan Imlek, masyarakat peranakan
Tionghoa di Tangerang merayakan Peh Cun. Peh Cun berasal dari kata pe liong
cun, yang artinya mendayung perahu naga. Perayaan Pecun ini merupakan
tradisi leluhur Tionghoa yang dilanjutkan secara turun temurun yang pada
mulanya dilaksanakan untuk mengenang kematian seorang jenderal besar bernama
Qu Yuan yang setia dari negara Chu (339-278 SM). Sang jenderal adalah
pejabat yang banyak berjasa dalam memajukan negaranya. Namun sayang, salah
seorang anggota kerajaan tak berkenan padanya, dan akhirnya sang jenderal
diusir dari negeri Chu. Sedih dan cemas akan masa depan negerinya, sang
jenderal memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai.
Rakyat yang sedih kemudian mencari jenazah sang jenderal di sungai. Mereka
melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan tujuan supaya ikan
dan binatang lainnya tidak mengganggu jenazah sa&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Kumoratih Kushardjanto</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T00:10:55</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91095">
    <title>Re: Re: Tayangan ILC di TV One bikin masyarakat simpati berat sama PKS</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91095</link>
    <description>&lt;pre&gt;Mas Uge tidak perlu sedih,
Fahri Hamzah ini memang sudah begitu dari dulu kelakuannya,
FH paling sok ngerti hukum padahal tidak pernah sekolah hukum,
hebatnya FH begitu percaya diri menganggap Johan Budi yang lulusan magister hukum lebih bodoh dari FH soal hukum.

Fahri Hamzah sebagai jebolan Fakultas Ekonomi UI telah mencoreng nama UI,
mengapa pula PKS mendudukkan FH yang tidak mengerti hukum sama sekali di Komisi Hukum DPR?
Mengapa pula PKS membawa-bawa FH sebagai juru bicara PKS untuk membongkar UU TPPU, 
UU KPK dan KUHP?

Apa dengan membawa iPad yang berisi pasal-pasal KUHP, FH sudah otomatis jadi "pakar hukum"?

Harusnya PKS malu mendudukkan kader di tempat yang tidak sesuai kompetensinya.

Kedunguan FH di bidang hukum semakin kontras dengan pawainya Johan Budi menjawab FH.
Johan Budi yang memang lulusan magister hukum dengan tajam menyatakan ke FH: 
"Untuk hal-hal yang sederhana saja Anda tidak akurat, bagaimana Anda bisa menjabarkan hal-hal yang lebih rumit?"


Ketika kita berbicara hukum, akurasi men&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T05:15:45</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91094">
    <title>Kebobrokan PKS Diangkat ke Layar Lebar</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91094</link>
    <description>&lt;pre&gt;Jika Hollywood punya film kiamat "2012",
Indonesia punya film "2014"

Kiamat di Indonesia terjadi ketika para ustad sudah tunduk pada harta, takhta dan wanita.
Saksikan trailernya di:
http://www.youtube.com/watch?v=3Hx0k7Hj8VE&amp;amp;feature=share
&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T05:22:40</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91093">
    <title>Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91093</link>
    <description>&lt;pre&gt;Hendaknya kita jangan menduga-duga dengan sandi yang digunakan Ustad Luthfi,
biarlah Ustad Luthfi sendiri yang menjelaskan dan menelanjangi dirinya dirinya sendiri ke publik.
Janganlah kita sebagai umat muslim ikut-ikutan menelanjangi Ustad yang sudah telanjang bulat ini.


Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik 

Jakarta - Dalam persidangan kasus suap impor daging, 
jaksa KPK memutar sadapan antara Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ahmad 
Fathanah. Kata Pushtun dan Jawa Sarkiya muncul sebagai kalimat pembuka. 
Akhirnya eks presiden PKS itu angkat bicara mengenai 'sandi' tersebut.

"Saya
 kemarin tanyakan ke pak Luthfi, soal Pustun itu. Dia langsung ketawa 
terbahak-bahak," ujar pengacara Luthfi, M Assegaf Selasa (21/5/2013).

Akhirnya
 Assegaf pun mendapatkan apa arti Pushtun. Kata tersebut merupakan salah
 satu suku di Pakistan, yang mana perempuan dari suku tersebut terkenal 
dengan kecantikannya.

"Dia menjelaskan, Pushtun itu suku di 
Pakistan. Dalam bercandaan dengan Fathanah&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T05:03:54</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91092">
    <title>Fathanah Diduga Himpun Duit untuk Pilkada Partai</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91092</link>
    <description>&lt;pre&gt;Fathanah Diduga Himpun Duit untuk Pilkada PKS

Selasa, 21 Mei 2013 | 07:43 WIB



TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah,
diduga kerap mencari dana buat Partai Keadilan Sejahtera. Duit yang
berhasil dihimpun di antaranya untuk kampanye pemilihan kepala daerah, yang
calonnya disokong PKS.



Dalam dokumen yang salinannya diperoleh Tempo disebutkan bahwa Fathanah dan
Luthfi Hasan Ishaaq—bekas Presiden PKS yang juga menjadi tersangka kasus
suap itu—beberapa kali membicarakan ihwal dana tersebut. Pada 16 Januari
2013, misalnya, Fathanah mengatakan ada pengusaha tambang bernama Hendrik
dari Jawa Timur yang akan membantu dana kampanye untuk pemilihan Gubernur
Jawa Timur.



“Hendrik akan membantu Rp 4 miliar,” kata Fathanah, menerangkan
percakapannya dengan Luthfi. “Luthfi menanyakan realisasinya karena akan
ada kebutuhan besar untuk pilkada Jawa Timur.”



Dalam dokumen lain, Fathanah dan Luthfi juga pernah membicarakan soal dana
kampanye untuk pemilihan Gubernur Sumatera&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T03:18:35</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91091">
    <title>(Ensiklopedi of the Day) Jurnal Pesantren</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91091</link>
    <description>&lt;pre&gt;Jurnal Pesantren****

** **

[image: http://www.nu.or.id/onefiles/nu_or_id/dinamic/mid/1349672625.png]***
*

** **

Nama sebuah berkala yang diterbitkan oleh P3M, sebuah LSM di Jakarta yang
memiliki perhatian pada pengembangan pesantren. Dalam daftar pengelolanya,
tertulis nama KH Sahal Mahfudz sebagai Pemimpin Umum dan sebagai wakilnya
Abdurrahman Wahid. Bertindak sebagai pemimpin redaksi M. Nashihin Hasan.****

** **

Sementara itu duduk di dewan redaksi ada Abdurrahman Wahid, Abdulllah
Syarwani, Adi Sasono, M. Dawam Rahardjo, Djohan Effendi, Said Budairy,
Soetjipto Wirosardjono, Zamakhsyari Dhofier, Musfihin Dahlan. Staf
redaksinya Muntaha Azhari dan Abdul Mun’im Shaleh H. Dan Masdar F. Mas’udi
sebagai pPemimpin usaha. Berkala ini beralamat di Jalan Anggrek Nelimurni
V/B.83, Slipi, Jakarta.****

** **

Pada kulit sampulnya di bagian dalam dikemukakan bahwa, “Berkala ini
diterbitkan sebagai media informasi dan komunikasi serta wadah pengajian
untuk membangkitkan kepedulian dan wawasan pengembangan me&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-21T01:53:45</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91090">
    <title>Cultural Trip to KERATON SURAKARTA 3-4 Juni 2013</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91090</link>
    <description>&lt;pre&gt;CULTURAL TRIP TO KERATON SURAKARTA
3-4 Juni 2013

³Menjadi Tamu Keraton dan Menyaksikan Tarian Sakral Bedhaya Ketawang pada
Upacara Ulang Tahun Penobatan Raja²
Berwisata sebagai turis mungkin bukan sesuatu yang baru. Namun akan lain
halnya ketika kita juga sekaligus menjadi tamu kerajaan Jawa, dan mendapat
kesempatan untuk mengintip¹ apa dibalik tembok keraton yang tertutup. Pada
upacara ulang tahun penobatan raja atau biasa disebut dengan Tingalan
Jumenengan, peserta trip akan diterima sebagai tamu dan diperbolehkan untuk
turut menyaksikan tarian sakral yang hanya ditarikan pada upacara tersebut.
Peserta trip bersama tamu kerajaan lainnya, antara lain para raja dari
kesultanan dan kerajaan di seluruh Nusantara, akan mendapatkan makan siang.
 
Tari bedhaya dipercaya sebagai ciptaan Sultan Agung Mataram yang bertahta
pada awal abad ke 17. Tarian ini dikategorikan sebagai tarian yang paling
sakral dalam keraton-keraton Jawa Tengah, dan hanya ditarikan pada
momen-momen tertentu yang dianggap penting, seper&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Kumoratih Kushardjanto</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T23:50:25</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089">
    <title>KETIKA DEMOKRASI DIUJI OLEH TEORI QUEER [1 Attachment]</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91089</link>
    <description>&lt;pre&gt;KETIKA DEMOKRASI DIUJI OLEH TEORI QUEER

Demokrasi fana adalah 
demokrasi tanpa representasi. Demokrasi yang hakikatnya untuk 
mendistribusikan kekuasaan pada orang banyak, pada publik, agar 
terhindar dari kekuasaan absolut satu pihak ternyata bisa menjadi 
kekuasaan absolut satu kelompok. Dalam kuliah umum Teori Queer dan 
Demokrasi, 17 Mei 2013, Rocky Gerung mengatakan bahwa dalam demokrasi 
tersembunyi sekat tak terlihat yakni identitas politik.

Satu 
kelompok yang terikat dalam kesamaan identitas menggunakan kendaraan 
demokrasi untuk menjalankan negara sesuai dengan apa yang mereka mau. 
Dampaknya tentu saja suara-suara identitas minor jadi kurang bahkan 
tidak terdengar

Teori Queer, menurut Rocky Gerung,  dasar 
pikirannya adalah menguji sanggupkah demokrasi menjamin wilayah 
kemerdekaan warga negara agar keragaman pengalaman individu dapat 
dinikmati sepenuhnya. Gerung pun mengakui bahwa dari awal desain 
demokrasi memang tidak imparsial, artinya demokrasi dibuat untuk 
melayani warga mayoritas ti&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Al Faqir Ilmi</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T03:29:11</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088">
    <title>HIMsight : selamat datang Net.TV, adil vs setia, etc !</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91088</link>
    <description>&lt;pre&gt;HIMsighted.   19Mei 2013  2013
HIMilis : himtertainment-subscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org
Line | Viber | WeChat | WhatsApp : +6283893085202 , with ID Chat : himfiles
HIMstreaming : http://himfiles.blogspot.com( supported by : &amp;lt; at &amp;gt;IdBlogNetwork &amp;amp; Tiket.com )
 
 
HIMtv
Welcome back, om &amp;lt; at &amp;gt;wishnutama ! Mungkin sambutan seperti itu yang akan di-mention banyak orang saat pekan depan dunia broadcasting tanah air akan disuguhi berbagai tayangan dari sebuah stasiun tv baru bernama : Net.TV. Bukan lagi menjabat sebagai direktur utama sebuah stasiun tv swasta nasional, tetapi langsung berperan sebagai founder alias pendiri, wow ! Tekadnya ini sesuai dengan nama salahsatu program TransTV : bosan jadi karyawan, he3..
Secara perjuangan merintis brand baru mungkin bisa dibilang mulai dari nol, namun secara struktur jaringan bagi sebuah stasiun tv anyar sebenarnya tinggal melanjutkan. Kanal SpaceToon yang identik dengan etalase tayangan anak ( khususnya seri kartun ) akan bersalin rupa menjadi Net.TV dengan&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Juke Box</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T01:17:52</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087">
    <title>Sidang Impor Daging Sapi, Skor 1-0 untuk PKS</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91087</link>
    <description>&lt;pre&gt;



Sidang Impor Daging Sapi, Skor 1-0 untuk PKS
www.inilah.comon
37
Sidang kasus daging sapi - (Foto: ilustrasi)
Oleh: Iwan Purwantono
nasional - Jumat, 17 Mei 2013 | 18:29 WIBShare on facebookShare on twitterShare on emailShare on googleMore Sharing Services


* 
INILAH.COM, Jakarta - Dalam sidang kasus suap impor daging sapi yang berlangsung hari ini di Pengadilan Tipikor, Jakarta, posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di atas angin. Dari keterangan beberapa saksi, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan PKS atau mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Menurut Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya, indikasi adanya politisasi dan kriminalisasi terhadap PKS dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

‘’Namun dalam persidangan hari ini, cukup jelas. Kasus ini, tak ada hubungannya dengan PKS ataupun LHI. Skornya 1-0 untuk keunggulan PKS,’’ ungkapnya kepada INILAH.COM, Jumat (17/5/2013).

Selanjutnya, Mustofa membeberkan fakta hukum yang terjadi dalam persi&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>abu jundi</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-17T23:12:32</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086">
    <title>Re: Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | &lt; at &gt;ArniSmart</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91086</link>
    <description>&lt;pre&gt;otak abu jundi benar-benar sudah dicuci nih...

relly

Minggu, 19 Mei 2013 | 18:52 WIBCerita Sopir Fathanah Soal Paket Duit ke LuthfiTersangka
 korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah memberi keterangan 
usai bersaksi pada sidang kasus tersebut di Pengadilan Tipikor, Jakarta 
(17/5). Kasus ini menjadi perhatian karena banyaknya wanita di balik 
Ahmad Fathanah. TEMPO/Dhemas Reviyanto






 
 





#Suap Daging Sapi Impor 
                
                  #Ahmad Fathanah 
                   

 

Besar
Kecil
Normal

TEMPO.CO, Depok - Mantan sopir Ahmad Fathanah, Nurhasan, mengaku pernah diperintah oleh Sefti Sanustika untuk menyerahkan bingkisan berisi duit ke Luthfi Hasan Ishaaq. Sefti sendiri merupakan istri Fathanah, tersangka kasus suap daging impor. 
 "Iya, dulu saya memang pernah diminta antar," kata Nurhasan ke Tempo, 
Ahad, 19 Mei 2013. "Isinya memang uang, tapi saya tak tahu jumlah."

Kata
 Nurhasan, transaksi&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Relly Jehato</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T07:27:44</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085">
    <title>Masih ada reporter yang coba bicara jujur...</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91085</link>
    <description>&lt;pre&gt;

reporter yg jujur namun di cut ....
smg tdk kena SP 3...

Kesimpulan Persidangan LHI 17/05/2013 LHI tidak ada kaitannya dengan suap daging impor

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&amp;amp;v=xPfJzpF-tGA


------------------------------------

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Group &amp;lt; at &amp;gt; FB: 
http://www.facebook.com/groups/mediacare/


Yahoo! Groups Links

&amp;lt;*&amp;gt; To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

&amp;lt;*&amp;gt; Your email settings:
    Individual Email | Traditional

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

&amp;lt;*&amp;gt; To change settings via email:
    mediacare-digest-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org 
    mediacare-fullfeatured-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org

&amp;lt;*&amp;gt; To unsubscribe from this group, send an email to:
    mediacare-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org

&amp;lt;*&amp;gt; Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/


&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>fai</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T04:16:08</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084">
    <title>Re: Metro TV, dan TV One Integritasmu Dipertanyakan | &lt; at &gt;ArniSmart</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91084</link>
    <description>&lt;pre&gt;berhubung saya bukan orang Metro TV dan TV One tidak ada kewajiban saya menjelaskan tentang integritas mereka.

Tapi sebagai warga Indonesia, jelas saya berhak mempertanyakan integritas LHI, sebagai presiden PKS, mantan presiden PKS, petinggi PKS, dan seorang ustadz, sebagai mana terlihat dalam transkrip percakapan di bawah ini. 

Transkrip percakapan di bawah ini terjadi antara nomor HP +62816940797 (Luthfi) dan HP bernomor 628118003535 (Fathanah), pada 9 Januari 2013.

Sebagian percakapan antara Fathanah dan LHI ini menggunakan bahasa Arab. Salah satunya mengenai skenario meminta tambahan kuota impor sapi untuk PT Indoguna Utama kepada Menteri Pertanian.

Ada juga percakapan mengenai fee Rp 5.000/kg dari kuota 8.000 ton yang akan diajukan. Jika skenario berhasil, maka Fathanah dan LHI akan mendapat Rp 40 miliar.

"Ee tsamaniya (tertulis khamaniya-Red) alaf alheim ee huwa hiya ta I dunna kullu annukhud arbain milyar cash," kata Fathanah.

Berikut petikan cuplikan percakapan Fathanah-Luthfi :

0797 Assalamua&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>mas</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T12:07:42</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083">
    <title>Re: Fathanah, LHI, Hidayat, Tifatul, dan Dirut Indoguna Bersama-sama ke Medan</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91083</link>
    <description>&lt;pre&gt;Hidayat ini kesaksiannya tidak bisa dipercaya,
beruntung HNW tidak jadi Gubernur Jakarta.&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T08:40:39</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082">
    <title>Re: Fathanah Dicokok, Maharani Masih di Kamar Mandi</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91082</link>
    <description>&lt;pre&gt;Maharani ini kesaksiannya tidak bisa dipercaya,
dulu dia bilang 10 juta untuk menemai Fathani di kafe, 
tapi kemarin dia bilang 10 juta fee untuk berhubungan intim.
Kenapa tiba-tiba kesaksian Maharani berubah 170 derajat?
Apa ada konspirasi zionis?
Sudah pasti itu.&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-18T08:39:04</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081">
    <title>Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91081</link>
    <description>&lt;pre&gt;Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah****

Senin, 20 Mei 2013 | 05:49 WIB****

** **

[image: Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah]****

Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin. TEMPO/Dhemas Reviyanto****

** **

TEMPO.CO , Jakarta:Walikota Makassar Ilham Arief
Sirajuddin&amp;lt;http://www.tempo.co/read/news/2013/05/07/063478532/Ilham-Enggak-Ada-Aliran-Duit-Fathanah-ke-Saya&amp;gt;mengaku
pernah menyerahkan uang senilai Rp 7 miliar pada tersangka kasus
suap impor daging sapi Ahmad
Fathanah.&amp;lt;http://www.tempo.co/topik/tokoh/991/Ahmad-Fathanah&amp;gt;Menurut
Ilham, duit itu adalah duit pemenangannya untuk Pemilihan Gubernur
Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.****


“Saya serahkan melalui Fathanah Rp 7 miliar. Setahu saya mekanismenya
memang diserahkan ke DPP PKS dulu, baru nanti disampaikan ke DPW PKS,” kata
Ilham kepada Tempo, Ahad, 19 Mei 2013. Dia mengaku tidak tahu kemana uang
itu mengalir seusai diserahkan pada Fathanah.****


“Saya gak tahu cuci uangnya dimana. Gak ngerti,” ujar Ilham. Dia juga
menga&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>anantö/ アナント</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T04:02:04</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080">
    <title>Tirani KPK</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91080</link>
    <description>&lt;pre&gt;Tirani KPK-tainment Fahri Hamzah 

1. Hukum tidak mencari kesalahan orang, hukum adalah untuk penjahat. Operasi intelijen bukanlah penegakan hukum.

2. Kalau ada yg tak pernah salah di dunia ini, tunjukkan padaku, aku akan menjadikannya nabi.

3. Tapi, nabi sdh tak ada, Tuhan menghentikannya 15 abad silam. Artinya tak ada lagi orang ma'sum (bersih dari salah).

4. Bahkan nabi yang ma'sum itu pun pernah berbuat salah tetapi kesalahannya langsung ditegur Tuhan dan menjadi dalil.

5. Nabi pernah mengharamkan madu bagi dirinya maka Tuhan tegur, "mengapa kau haramkan yg dihalalkan...66:4).

6. Tapi kita, adakah Tuhan akan menegur kita jika berbuat salah? itu private sifatnya. Tak ada lagi nabi...tak ada lagi..

7. Tapi hukum tidak berlaku di wilayah private kita, biarlah Tuhan menegur kita sendiri pada wilayah iman kita masing2...

8. Hukum yang berlaku di wilayah private baru menjadi masalah jika terkait dengan orang lain...

9. Jika ia individu disebut perdata dan jika ia negara di sebut pidana...karenanya pida&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>sunaji Naji</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T16:29:20</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079">
    <title>lowongan: Konsultan komunikasi</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91079</link>
    <description>&lt;pre&gt;All,  
Sebuah konsultan komunikasi yang sedang berkembang di jakarta membutuhkan beberapa personel untuk dapat bergabung dalam tim konsultan komunikasi yang dinamis. Pastikan Anda memiliki kualifikasi sebagai berikut:

Communication Consultant
Syarat: S1, minimal pengalaman kerja 5 tahun, bisa menulis, mengerti tentang event management, dan dapat menyusun strategi komunikasi. 

Kirimkan surat lamaran, CV, dan Portfolio Anda kesrielin-Re5JQEeQqe8AvxtiuMwx3w&amp;lt; at &amp;gt;public.gmane.org
Kami tunggu aplikasi Anda hingga 1 Juni 2013.
Mohon diteruskan jika ada saudara/ kerabat Anda yang berminat 
Terimakasih,
elin&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Sri Elin</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T06:19:57</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078">
    <title>Pentas teater GARASI + DIKSUSI buruh migran</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91078</link>
    <description>&lt;pre&gt;
  

SANGKAR MADU
Teater Dokumenter tentang buruh migran

“Sangkar Madu” adalah sebuah proyek teater dokumenter* yang mengangkat isu buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Diangkat berdasarkan penelitian tim Teater Garasi di salah satu desa di Kulon Progo, Yogyakarta, di mana 80% penduduknya adalah atau pernah menjadi buruh migran. Proyek ini merupakan inisiasif seniman Teater Garasi, Verry Handayani yang didukung oleh Yayasan TIFA.

Kali ini , Teater Garasi dan Tifa Foundation yang didukung oleh The Japan Foundation , Jakarta mempersembahkan :

Karya inisiatif dari B. Verry Handayani berkolaborasi dengan Andri Nur Latif, Banjar Tri Andaru Cahyo, Ega Kuspriyanto, Elisabeth Lespirita Veani, Erwin Zubiyan, Febrianus Anggit Sudibyo, Febrinawan Prestianto, Gading Narendra Paksi, Irfanuddien Ghozali, Lusia Neti Cahyani, JDM. Meko Mana, Nailil Muna, Nesia Putri Amarasthi, Syamsul Islam, Siti Fauziah, Tita Dian Wulansari.

Waktu dan Tanggal :

Sabtu, 1 Juni 2013
Pukul 19.00
Di Auditorium Erasmus Huis
J&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Diana</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T10:25:55</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91077">
    <title>PKS Harus Segera Tunjuk Jurubicara yang Lebih Lunak dan Rasional!</title>
    <link>http://permalink.gmane.org/gmane.culture.media.mediacare/91077</link>
    <description>&lt;pre&gt;Media Islam fundamentalis pun tidak ada yang mau membela PKS lagi tuh,
semua mundur teratur.


PKS Harus Segera Tunjuk Jurubicara yang Lebih Lunak dan Rasional!


RMOL. Sikap konfrontatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar sikap yang keliru. 
Apalagi langkah konfrontatif itu berujung pada laporan ke polisi.

"Ini
 bukan cara yang bisa menguntungkan PKS. Ini merugikan PKS sendiri," 
kata gurubesar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi 
Rauf, kepadaRakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 16/5).

Dengan
 sikap dan strategi ini, Maswadi yakin citra PKS di mata publik semakin 
buruk. Publik bukan hanya mempersepsikan PKS sebagai partai yang juga 
ikut dalam kubangan korupsi, melainkan juga akan mempersepsikan PKS 
sebagai partai yang emosinal dan penuh ketakutan.

Maswadi pun 
menyarankan kepada PKS. Daripada PKS menggunakan strategi konfrontatif, 
akan lebih baik bila PKS menjelaskan saja informasi yang sesungguhnya 
kepada publik. Mis&lt;/pre&gt;</description>
    <dc:creator>Bruno Mars</dc:creator>
    <dc:date>2013-05-20T08:59:51</dc:date>
  </item>
  <textinput rdf:about="http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare">
    <title>Search Engine</title>
    <description>Search the mailing list at Gmane</description>
    <name>query</name>
    <link>http://search.gmane.org/?group=$group=gmane.culture.media.mediacare</link>
  </textinput>
</rdf:RDF>
